• Selamat Datang di Komunitas

    bergabunglah bersama jaringan dan kegiatan pelayanan kami. kami adalah gabungan pemuda dan remaja kristen yang ada di pulau Bali daerah Denpasar dan sekitarnya

  • Temukanku Menunggumu

    siapasih yang tidak kenal dengan sosok anjing hachiko, yang selalu menantikan tuannya hingga akhir hayatnya

  • Gabung di Fanbook Komunitas

    ayo.. gabung di fanbook komunitas berbagii cerita dan informasi KKR

  • Keluarga Merupakan Kebaikan Tuhan

    Ingatlah bahwa keluargamu sangat menyanyangimu dan mengajarkan hal yang baik kepadamu

  • Temukan Teman

    Komunitas ini adalah perkumpulan pemuda dan remaja dari berbagai background yang berbeda - beda, jadi siapakah dirimu ? mari bergabunglah

  • Bantuan dan Konseling Doa

    jika kamu semua meraskan gelisah butuh support jangan malu silahkan hubungi atau sms langsung untuk bantuan doa ke 085314151617

Posted by Gusti Dyanank
| 21.39

Bacaan : Matius 18 : 15 - 35

Menjalankan disiplin gereja terhadap orang-orang yang melakukan dosa memang tidak menyenangkan dan rumit, tetapi harus tetap dilakukan. Perikop ini memberikan dua prinsip dalam menjalankan disiplin gereja.

Pertama, tujuan disiplin gereja adalah pertobatan (ayat 15-17). Maka dimulai dengan menegur secara pribadi sehingga tidak mempermalukannya di hadapan orang lain. Kalau tidak mau bertobat baru ada langkah-langkah lebih lanjut yang melibatkan pemimpin gereja, bahkan bila diperlukan seluruh gereja. Dosa yang ditutupi dan tidak dibereskan akan berakibat buruk menjalar ke orang lain, dan akhirnya merusak kesaksian gereja. Langkah terakhir, ketika tahapan disiplin yang diberlakukan tidak membuahkan hasil, adalah memperlakukan dia seolah-olah orang tersebut belum mengenal Allah. Jangan-jangan ia memang belum menjadi anak Tuhan sejati. Dalam hal ini gereja diberi otoritas untuk menyatakan kuasa Allah (ayat 18-20).

Kedua, disiplin harus dilandasi dengan semangat mengampuni. Jawab Yesus terhadap pertanyaan Petrus tentang berapa kali harus mengampuni sesama, tegas menyatakan tidak berhingga. Perumpamaan Yesus mengajarkan mengapa harus mengampuni tanpa batas. Yaitu karena kita telah mendapat pengampunan Allah secara tuntas dari dosa yang begitu besar. Dosa kita di hadapan Allah tidak dapat dibandingkan dengan kesalahan sesama kepada kita sebesar apa pun. Kita harus mengampuni orang lain tanpa batas karena kita telah menerima anugerah dan kemurahan Tuhan yang besar. Ia telah mengampuni kita dengan tanpa batas juga, melalui kematian Yesus di kayu salib.

Displin gereja harus dilandasi dua hal tersebut baru berjalan efektif karena berkenan kepada Tuhan. Semangat menjatuhkan orang laina atau senang dengan penderitaan orang lain harus dijauhi! Gereja akan bertumbuh sehat ketika di dalamnya anak-anak Tuhan saling menjaga kekudusan, saling mengampuni, dan saling mendorong pertobatan.

Sumber : www.sabda.org

Konseler

Translate


Sms : 081339602603  
Contact : 0361 7474044 
Jln. Padang Luwih, Dalung
Kuta Utara, Badung Bali