• Selamat Datang di Komunitas

    bergabunglah bersama jaringan dan kegiatan pelayanan kami. kami adalah gabungan pemuda dan remaja kristen yang ada di pulau Bali daerah Denpasar dan sekitarnya

  • Temukanku Menunggumu

    siapasih yang tidak kenal dengan sosok anjing hachiko, yang selalu menantikan tuannya hingga akhir hayatnya

  • Gabung di Fanbook Komunitas

    ayo.. gabung di fanbook komunitas berbagii cerita dan informasi KKR

  • Keluarga Merupakan Kebaikan Tuhan

    Ingatlah bahwa keluargamu sangat menyanyangimu dan mengajarkan hal yang baik kepadamu

  • Temukan Teman

    Komunitas ini adalah perkumpulan pemuda dan remaja dari berbagai background yang berbeda - beda, jadi siapakah dirimu ? mari bergabunglah

  • Bantuan dan Konseling Doa

    jika kamu semua meraskan gelisah butuh support jangan malu silahkan hubungi atau sms langsung untuk bantuan doa ke 085314151617

Posted by Gusti Dyanank
| 21.33
Bacaan hari ini: Filipi 3:12-16
Ayat mas hari ini: Filipi 3:13
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 20-22; Markus 13:21-37


Seorang pemain biola desa lolos ke final kompetisi nasional. Di malam final, permainannya mengundang decak kagum hingga semua menduga dialah yang bakal menang. Tiba-tiba, di bagian akhir permainannya, satu senar biolanya putus. Penonton menahan napas. Ada yang spontan berdiri. Bahkan pemimpin orkestra pengiring sempat berhenti. Namun, si pemain biola tetap tenang dan terus bermain, walau suara biolanya tak seindah semula. Ia tahu, tak ada gunanya memikirkan senar yang putus. Itu takkan menyambungnya lagi. Hanya membuang waktu dan energi.
Lebih baik ia konsentrasi memainkan senar yang masih bisa dimainkan. Meski kalah lomba, ia menang atas kekhawatiran dan pemborosan energi.

Pemborosan energi terbesar bisa berwujud kekhawatiran dan pikiran negatif yang dihabiskan untuk memikirkan hal yang tak dapat diubah. Paulus sadar hal ini. Jika ia menghabiskan energi untuk memikirkan kesalahannya pada masa lalu, ia takkan dapat melayani dengan baik. Ia terlibat dalam pembunuhan Stefanus. Ia penganiaya jemaat. Sampai tua ia masih sadar akan dosa-dosanya (1 Timotius 1:16). Namun Paulus tahu, ia tak mungkin mengubah masa lalu. Maka, ia melupakan masa lalu dan mengarahkan diri ke masa depan.

Pernahkah Anda menyesalkan kesalahan pada masa lalu, menghabiskan energi dengan pemikiran “seandainya ini” atau “itu”? Anda tak perlu terus memikirkan “senar putus”. Seribu “seandainya” bisa dibuat dalam situasi-situasi demikian. Namun, pemborosan energi ini tak akan mengubah apa pun. Masa lalu tidak mungkin diubah. Jadi, jangan boroskan energi, lebih baik kita pakai kekuatan dan waktu yang masih ada untuk memainkan senar yang masih utuh.

JANGAN HIDUP PADA MASA LALU

ARAHKAN HIDUP DAN WAKTU PADA APA YANG MASIH BISA DIUBAH

Penulis: Denni Boy Saragih - www.renunganharian.net
Bacaan ayat -ayat :
3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

3:15. Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.
3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Konseler

Translate


Sms : 081339602603  
Contact : 0361 7474044 
Jln. Padang Luwih, Dalung
Kuta Utara, Badung Bali